• Jelajahi

    Copyright © Liputan Jateng
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Gandeng UNS, Tiga Mahasiswa Belanda Teliti Kualitas Air dan Ruang Publik di Solo

    Last Updated 2026-01-02T01:10:39Z

     

    Tiga mahasiswa Belanda bersama UNS meneliti kualitas air dan ruang publik di Kota Solo. Foto: Ist.  

    SOLO – Tiga mahasiswa asal Rotterdam University of Applied Sciences, Belanda, meneliti kualitas air dan ruang publik berbasis partisipasi berkolaborasi dengan Laboratorium Urban-Rural Design and Conservation (URDC), Program Studi (Prodi) Arsitektur Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. 

    Mereka adalah Tijn Groot, Joost Groothuijse, dan Ilias Ingelse yang berasal dari latar belakang studi Manajemen Air dan Pengembangan serta Perencanaan Spasial. Program ini berfokus pada isu lingkungan, kualitas air, serta peningkatan kualitas ruang publik berbasis partisipasi masyarakat. Ketiganya melakukan penelitian pada periode 24 Agustus–24 Desember 2025

    Tijn Groot, mahasiswa program studi Manajemen Air, memfokuskan penelitiannya pada permasalahan pencemaran plastik di sistem sungai Kota Surakarta (Solo), khususnya Kali Sumber dan Sungai Bengawan Solo. Selama 16 minggu magang, ia mengombinasikan pendekatan teknis dan sosial untuk memetakan titik-titik penumpukan sampah. Penelitian tersebut bertujuan untuk menghasilkan solusi praktis yang dapat diterapkan dalam pengelolaan sungai secara berkelanjutan.

    “Dalam pelaksanaan riset ini, saya memanfaatkan teknologi pemetaan berbasis drone beresolusi tinggi untuk mengidentifikasi lokasi-lokasi rawan sampah. Ribuan foto udara diambil dan diolah menjadi peta detail kawasan sungai guna memperoleh gambaran kondisi lapangan secara menyeluruh. Selain itu, dalam riset ini dilakukan juga uji coba penggunaan kecerdasan buatan YOLOv8 untuk mendeteksi sampah secara otomatis sehingga dapat meningkatkan efisiensi pemetaan limbah,” jelas Tijn melalui siaran pers Humas UNS yang dikutip Kamis (1/1/2026).

    Sementara itu, Joost Groothuijse mengangkat penelitian berjudul Community-Based Assessment of Canal Water Quality in Gentungan Village: Identifying Pollution Sources and Improving Canal Water Quality. Penelitian ini dilakukan menggunakan tiga metode utama, yaitu pemetaan sistem sungai dengan QGIS Mapping, survei sosial untuk memahami kebiasaan masyarakat dalam pengelolaan sampah, dan pengujian kimia kualitas air di empat titik lokasi. 

    “Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air kanal di Desa Gentungan tergolong sangat baik dan telah memenuhi standar kelas I. Permasalahan utama yang ditemukan bukan berasal dari aspek kimia, melainkan faktor non-kimia seperti erosi tanah, perilaku masyarakat, dan keberadaan sampah plastik.” ungkapnya.

    Lebih lanjut, Joost mengaku bahwa ia bersama dengan timnya melakukan edukasi lingkungan kepada anak-anak melalui media poster dan permainan interaktif. Edukasi ini menerapkan Nature-Based Solutions (NbS), seperti penanaman rumput vetiver dan tanaman penghasil buah untuk menjaga kestabilan lanskap. Ia juga menyoroti isu pengelolaan sampah seiring berkembangnya sektor pariwisata sebagai topik potensial untuk penelitian mahasiswa internasional selanjutnya.

    Berbeda dengan dua rekannya, Ilias Ingelse memfokuskan penelitiannya pada peningkatan kualitas ruang publik ramah anak di kawasan padat penduduk Surakarta. Mahasiswa Pengembangan dan Perencanaan Spasial ini melakukan riset di Kampung Blangkon, sebuah kawasan pengrajin blangkon yang minim ruang bermain aman bagi anak-anak. Urbanisasi dan kepadatan penduduk menyebabkan anak-anak bermain di gang sempit dan dekat lalu lintas, yang berisiko terhadap keselamatan.

    Dalam proses perancangan, Ilias menerapkan metode desain partisipatif bersama mahasiswa Arsitektur UNS dan warga setempat. Ia melibatkan anak-anak dan orang tua melalui observasi lapangan dan tiga kegiatan Focus Group Discussion (FGD). Hasilnya berupa rencana induk intervensi skala kecil, seperti mural interaktif di gang kampung yang berfungsi sebagai media bermain, edukasi lingkungan, serta penanda visual untuk meningkatkan keselamatan.

    “Program magang ini mengajarkan saya betapa pentingnya melibatkan masyarakat lokal dalam perencanaan perkotaan. Dengan memulai dari sudut pandang yang netral dan mendengarkan aspirasi komunitas, intervensi spasial yang dihasilkan dapat memberikan dampak yang nyata. Pengalaman belajar di Laboratorium URDC menjadi langkah yang sangat berharga dalam pengembangan skill saya sebagai seorang perencana tata ruang,” ucap Ilias.

    Kolaborasi antara URDC dan ketiga mahasiswa asal Belanda tersebut bertujuan untuk mengambil langkah konkret dalam mengurangi dampak perubahan iklim serta meningkatkan ketahanan terhadap risiko bencana yang terkait. Selain itu, kerja sama ini juga mendukung upaya perlindungan, pemulihan, dan pengelolaan ekosistem darat secara berkelanjutan, termasuk hutan, padang rumput, dan tanah. Program ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs ke-13 tentang Perubahan Iklim dan SDGs ke-15 tentang Kehidupan di Darat.

    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Gandeng UNS, Tiga Mahasiswa Belanda Teliti Kualitas Air dan Ruang Publik di Solo

    Terkini